Dalam
kesempatan ini, saya akan mencoba menggambarkan diri saya dimasa depan sebagai
seseorang yang telah menjalani tugas dan kewajiban sebagai Guru Penggerak
selama 3 tahun lamanya. Dalam kesempatan ini juga ijinkan saya mendeskripsikan
kegiatan dan dokumentasi nyata terkait apa yang sudah saya lakukan sebagai
seorang guru di Sekolah. Semoga dapat menjadi inspirasi serta memberi manfaat
pada sesama guru.
Sebagai
Guru Penggerak saya menyadari akan Nilai yang melekat pada diri saya. Nilai ini
menjadi tuntunan dan amalan saya untuk melakukan aktivitas di Sekolah. Sebagai
seorang guru penggerak yang dikodratkan untuk mengambil peran menumbuhkan
sekolah dan ekosistem pendidikan agar berpihak pada murid maka saya terus
belajar dan berproses untuk menjadi guru penggerak yang bisa membawa perubahan
melalui transformasi pendidikan. Aktivitas yang secara sadar, nyata, dan saya
kembangkan sendiri di Sekolah baik dalam aktivitas keseharian, terprogram rutin
berkelanjutan, dan ad-hoc (khusus) dapat
saya ceritakan sebagai berikut:
Dalam
peran memimpin pembelajaran saya mencoba untuk melakukan aktivitas-aktivitas keseharian
di kelas/Sekolah secara rutin yaitu 1) datang lebih awal dari jam ketentuan Sekolah
yaitu jam 07.00., 2) jika sedang mendapatkan giliran piket guru saya bertugas
di gerbang jaga untuk menyambut kedatangan/kehadiran siswa. Mengucapkan selamat
pagi dan salam Om Swastyastu kepada setiap siswa yang dating, 3) pergi ke
ruangan guru untuk menghidupkan pengeras suara memutar lagu-lagu wajib nasional
dan mengibarkan bendera merah putih bersama tim piket, 4) memberikan 5 menit
motivasi kepada anak-anak sebelum mulai pembelajaran ke kelas. Kegiatan yang
dilakukan bisa terkait materi kebersihan kelas, kebersihan halaman,
kedisiplinan, dan kegiatan edukasi kesehatan, 5) memasuki ruang kelas
mendampingi anak-anak yang sedang piket kelas melaksanakan kebersihan dan piket
sembahyang, 6) mulai melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal,
7)
dalam pembelajaran saya berusaha mengkemas perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Fokus pada pelaksanaan pembelajaran
saya selalu kontinyu untuk menggunakan media pembelajaran dalam bentuk gambar
dan video yang saya akses dari Youtube, dalam pembelajaran saya juga berusaha menggunakan
model/metode pembelajaran yang inovatif diantaranya Cooperatif learning, CTL,
PBL, Percobaan, Praktik langsung, unjuk kerja, dan sebagainya. 8) dalam
pembelajaran saya juga merancang kelas inspirasi yaitu orang tua siswa
diberikan kesempatan untuk. Kegiatan ini dilakukan secara ad-hoc
mempertimbangkan kesediaan waktu dan kesediaan orang tua untuk mengisi
pembelajaran berkolaborasi dengan guru kelas, 9) membuat tes assesmen yang
sesuai dengan tujuan pembelajaran dan menggunakan komputer, 10) mengajak
anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang baru diantaranya penggunaan
lab komputer keliling, mengajak berkunjung ke Perpustakaan Sekolah maupun
Perpustakaan Daerah, 11) dan aktif membina dan mendampingikegiatan ekstra
melukis. Demikian peran peran yang saya lakukan dalam memimpin pembelajaran.
Dalam
peran sebagai Coach bagi guru lain saya selalu berusaha memposisikan diri
sebagai pemberi informasi, dan memberikan pengaruh yang positif dan
memberdayakan kepada teman-teman sejawat diantaranya: 1) memberikan informasi
dan membimbing teman sejawat untuk berlatih dan belajar mengakses platform
merdeka mengajar, 2) berbagi praktik baik lewat kegiatan refleksi yang
dilakukan bersama-sama dengan guru dan Kepala Sekolah, 3) melakukan kegiatan
diskusi kecil dengan teman-teman guru yang tertari berdialog tentang
pembelajaran proyek, 4) membimbing guru untuk mempelajari bagaimana cara
mengakses platform merdeka mengajar di Sekolah tempat bekerja, 5) mendampingi
teman sejawat dalam menyusun ATP dan TP sesuai dengan CP (Capaian
Pembelajaran), 6) ikut serta merumuskan program-program Sekolah melalui FGD
bersama guru-guru dengan dipandu oleh Kepala Sekolah. Sebagai Coach saya mencoba
memahami selalu berinisiatif menggagas kegiatan Guru di Sekolah yang berbasis
keberpihakan pada murid. Demikian kegiatan yang saya lakukan ketika sebagai
Coach bagi guru lain.
Kolaborasi
berarti bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan atau menghasilkan sesuatu. Dalam
peran sebagai Pendorong Kolaborasi saya mencoba untuk melakukan beberapa
aktivitas dalam keseharian maupun yang bersifat khusus diantaranya: 1) saya
berkelompok/melibatkan tim untuk mengambangkan/membina siswa dalam kegiatan lomba
menggambar dan mewarnai, 2) bergotong royong untuk melakukan penilaian program
liga kelas yang berorientasi pada komitmen untuk menjaga kebersihan kelas dan
lingkungan, 3) bekerjasama/berkolaborasi dengan guru Agama dan Guru PJOK untuk
memberikan materi Pembelajaran Proyek dengan Tema Gaya Hidup Berkelanjutan pada
topic Pengelolaan sampah plastik. Guru PJOK memberikan materi dari sisi
kesehatan terkait pengelolaan sampah plastik, sedangkan guru Agama memberikan
materi dari sisi menjaga pelestarian tempat suci dari sampah, 3) berkolaborasi
memberikan pembelajaran Seni secara merdeka pada anak-anak berdasarkan minta
dan bakatnya, saya mengajarkan Seni Rupa, Guru berikutnya mengajar Seni Musik,
dan Guru berikutnya lagi mengajarkan Seni Tari, 4) membantu merumuskan dan
merencanakan perbaikan dan pengembangan fasilitas sekolah melalui sistem tender/lelang
(ad-hoc). Itulah aktivitas kolaborasi yang kita lakukan di Sekolah.
Dalam
peran mewujudkan kepemimpinan murid saya juga mencoba melakukan aktivitas
secara rutin diantaranya: 1) melakukan kegiatan upacara Bendera yang dilakukan
setiap hari Senin Pagi, 2) melakukan kegiatan briefing/pengkodisian/motivasi 5
menit untuk menguatkan karakter dan budi pekerti anak, 3) melakukan kegiatan
pembelajaran dengan metode berkelompok berbasis tutor sebaya untuk membiasakan
anak-anak menjadi seorang inisiator dalam kelompoknya, 4) mengembangkan program
entrepreneurship untuk melatih kegiatan anak-anak mandiri dalam berkegiatan, 5)
terus melakukan praktik baik berupa kegiatan literasi membaca yang bertujuan
membuka pengetahuan dan wawasan anak sebagai pemimpin dimasa depan, 6)
membekali siswa pelatihan TIK melalui kegiatan ekstrakurikuler komputer dan
penggunaan komputer di dalam Perpustakaan Sekolah, 7) mengembangkan ekstra
kurikuler lebih banyak dari jumlah sebelumnya dengan tujuan mengakomodir semua
bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. 8) mengadakan kegiatan latihan dasar
kepemimpinan melalui kegiatan baris-berbaris setiap awal kegiatan pagi. Demikian beberapa kegiatan/aktivitas yang coba
akan dan sudah kami laksanakan di Sekolah.
Berikutnya,
dalam peran menggerakan komunitas Praktisi saya mencoba melakukan berbagai
kegiatan diantaranya: 1) menjadi Ketua Komunitas KKG dan mencoba membuat
program kerja setiap tahunnya, 2) membuat grup belajar berupa WA dan telegram untuk
berbagi informasi dan praktik baik, 3) mengikuti kegiatan kompetisi ilmiah, 4)
mengajak rekan sejawat untuk belajar dalam forum guru belajar berbagi pada
setiap hari Sabtu dan ini rutin dilaksanakan setiap minggunya. 5) menjadi
Narasumber ditempat kerja sendiri dan di komunitas lain terkait topic-topik
pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan Profil Pelajar
Pancasila. Demikian yang saya dapat gambarkan mengenai diri saya dimasa depan
sebagai seseorang yang telah menjalani tugas dan kewajiban sebagai Guru Penggerak
selama 3 tahun lamanya. Semoga dapat menjadi inspirasi serta memberi manfaat
pada sesama guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar