Artikel Terkini

Jasa Layanan Menulis

Kami adalah Freelancer yang menawarkan jasa/layanan penulisan yang berkualitas dan bergaransi, serta dengan harga terjangkau untuk sebuah ko...

Rabu, 16 November 2022

KISAH NARATIF I PUTU SUSILA DARMA (DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK)

Dalam kesempatan ini, saya akan mencoba menggambarkan diri saya dimasa depan sebagai seseorang yang telah menjalani tugas dan kewajiban sebagai Guru Penggerak selama 3 tahun lamanya. Dalam kesempatan ini juga ijinkan saya mendeskripsikan kegiatan dan dokumentasi nyata terkait apa yang sudah saya lakukan sebagai seorang guru di Sekolah. Semoga dapat menjadi inspirasi serta memberi manfaat pada sesama guru.

Pemberdayaan Kegiatan Pembinaan sampai menghasilkan Prestasi


Sebagai Guru Penggerak saya menyadari akan Nilai yang melekat pada diri saya. Nilai ini menjadi tuntunan dan amalan saya untuk melakukan aktivitas di Sekolah. Sebagai seorang guru penggerak yang dikodratkan untuk mengambil peran menumbuhkan sekolah dan ekosistem pendidikan agar berpihak pada murid maka saya terus belajar dan berproses untuk menjadi guru penggerak yang bisa membawa perubahan melalui transformasi pendidikan. Aktivitas yang secara sadar, nyata, dan saya kembangkan sendiri di Sekolah baik dalam aktivitas keseharian, terprogram rutin berkelanjutan, dan ad-hoc (khusus) dapat saya ceritakan sebagai berikut:

Dalam peran memimpin pembelajaran saya mencoba untuk melakukan aktivitas-aktivitas keseharian di kelas/Sekolah secara rutin yaitu 1) datang lebih awal dari jam ketentuan Sekolah yaitu jam 07.00., 2) jika sedang mendapatkan giliran piket guru saya bertugas di gerbang jaga untuk menyambut kedatangan/kehadiran siswa. Mengucapkan selamat pagi dan salam Om Swastyastu kepada setiap siswa yang dating, 3) pergi ke ruangan guru untuk menghidupkan pengeras suara memutar lagu-lagu wajib nasional dan mengibarkan bendera merah putih bersama tim piket, 4) memberikan 5 menit motivasi kepada anak-anak sebelum mulai pembelajaran ke kelas. Kegiatan yang dilakukan bisa terkait materi kebersihan kelas, kebersihan halaman, kedisiplinan, dan kegiatan edukasi kesehatan, 5) memasuki ruang kelas mendampingi anak-anak yang sedang piket kelas melaksanakan kebersihan dan piket sembahyang, 6) mulai melaksanakan pembelajaran sesuai jadwal,

7) dalam pembelajaran saya berusaha mengkemas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sesuai dengan tujuan pembelajaran. Fokus pada pelaksanaan pembelajaran saya selalu kontinyu untuk menggunakan media pembelajaran dalam bentuk gambar dan video yang saya akses dari Youtube, dalam pembelajaran saya juga berusaha menggunakan model/metode pembelajaran yang inovatif diantaranya Cooperatif learning, CTL, PBL, Percobaan, Praktik langsung, unjuk kerja, dan sebagainya. 8) dalam pembelajaran saya juga merancang kelas inspirasi yaitu orang tua siswa diberikan kesempatan untuk. Kegiatan ini dilakukan secara ad-hoc mempertimbangkan kesediaan waktu dan kesediaan orang tua untuk mengisi pembelajaran berkolaborasi dengan guru kelas, 9) membuat tes assesmen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan menggunakan komputer, 10) mengajak anak-anak untuk memperoleh pengalaman belajar yang baru diantaranya penggunaan lab komputer keliling, mengajak berkunjung ke Perpustakaan Sekolah maupun Perpustakaan Daerah, 11) dan aktif membina dan mendampingikegiatan ekstra melukis. Demikian peran peran yang saya lakukan dalam memimpin pembelajaran.

Dalam peran sebagai Coach bagi guru lain saya selalu berusaha memposisikan diri sebagai pemberi informasi, dan memberikan pengaruh yang positif dan memberdayakan kepada teman-teman sejawat diantaranya: 1) memberikan informasi dan membimbing teman sejawat untuk berlatih dan belajar mengakses platform merdeka mengajar, 2) berbagi praktik baik lewat kegiatan refleksi yang dilakukan bersama-sama dengan guru dan Kepala Sekolah, 3) melakukan kegiatan diskusi kecil dengan teman-teman guru yang tertari berdialog tentang pembelajaran proyek, 4) membimbing guru untuk mempelajari bagaimana cara mengakses platform merdeka mengajar di Sekolah tempat bekerja, 5) mendampingi teman sejawat dalam menyusun ATP dan TP sesuai dengan CP (Capaian Pembelajaran), 6) ikut serta merumuskan program-program Sekolah melalui FGD bersama guru-guru dengan dipandu oleh Kepala Sekolah. Sebagai Coach saya mencoba memahami selalu berinisiatif menggagas kegiatan Guru di Sekolah yang berbasis keberpihakan pada murid. Demikian kegiatan yang saya lakukan ketika sebagai Coach bagi guru lain.  

Kolaborasi berarti bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan atau menghasilkan sesuatu. Dalam peran sebagai Pendorong Kolaborasi saya mencoba untuk melakukan beberapa aktivitas dalam keseharian maupun yang bersifat khusus diantaranya: 1) saya berkelompok/melibatkan tim untuk mengambangkan/membina siswa dalam kegiatan lomba menggambar dan mewarnai, 2) bergotong royong untuk melakukan penilaian program liga kelas yang berorientasi pada komitmen untuk menjaga kebersihan kelas dan lingkungan, 3) bekerjasama/berkolaborasi dengan guru Agama dan Guru PJOK untuk memberikan materi Pembelajaran Proyek dengan Tema Gaya Hidup Berkelanjutan pada topic Pengelolaan sampah plastik. Guru PJOK memberikan materi dari sisi kesehatan terkait pengelolaan sampah plastik, sedangkan guru Agama memberikan materi dari sisi menjaga pelestarian tempat suci dari sampah, 3) berkolaborasi memberikan pembelajaran Seni secara merdeka pada anak-anak berdasarkan minta dan bakatnya, saya mengajarkan Seni Rupa, Guru berikutnya mengajar Seni Musik, dan Guru berikutnya lagi mengajarkan Seni Tari, 4) membantu merumuskan dan merencanakan perbaikan dan pengembangan fasilitas sekolah melalui sistem tender/lelang (ad-hoc). Itulah aktivitas kolaborasi yang kita lakukan di Sekolah.

Dalam peran mewujudkan kepemimpinan murid saya juga mencoba melakukan aktivitas secara rutin diantaranya: 1) melakukan kegiatan upacara Bendera yang dilakukan setiap hari Senin Pagi, 2) melakukan kegiatan briefing/pengkodisian/motivasi 5 menit untuk menguatkan karakter dan budi pekerti anak, 3) melakukan kegiatan pembelajaran dengan metode berkelompok berbasis tutor sebaya untuk membiasakan anak-anak menjadi seorang inisiator dalam kelompoknya, 4) mengembangkan program entrepreneurship untuk melatih kegiatan anak-anak mandiri dalam berkegiatan, 5) terus melakukan praktik baik berupa kegiatan literasi membaca yang bertujuan membuka pengetahuan dan wawasan anak sebagai pemimpin dimasa depan, 6) membekali siswa pelatihan TIK melalui kegiatan ekstrakurikuler komputer dan penggunaan komputer di dalam Perpustakaan Sekolah, 7) mengembangkan ekstra kurikuler lebih banyak dari jumlah sebelumnya dengan tujuan mengakomodir semua bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa. 8) mengadakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan melalui kegiatan baris-berbaris setiap awal kegiatan pagi.  Demikian beberapa kegiatan/aktivitas yang coba akan dan sudah kami laksanakan di Sekolah.

Berikutnya, dalam peran menggerakan komunitas Praktisi saya mencoba melakukan berbagai kegiatan diantaranya: 1) menjadi Ketua Komunitas KKG dan mencoba membuat program kerja setiap tahunnya, 2) membuat grup belajar berupa WA dan telegram untuk berbagi informasi dan praktik baik, 3) mengikuti kegiatan kompetisi ilmiah, 4) mengajak rekan sejawat untuk belajar dalam forum guru belajar berbagi pada setiap hari Sabtu dan ini rutin dilaksanakan setiap minggunya. 5) menjadi Narasumber ditempat kerja sendiri dan di komunitas lain terkait topic-topik pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Demikian yang saya dapat gambarkan mengenai diri saya dimasa depan sebagai seseorang yang telah menjalani tugas dan kewajiban sebagai Guru Penggerak selama 3 tahun lamanya. Semoga dapat menjadi inspirasi serta memberi manfaat pada sesama guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terpopuler